Sabtu, 19 September 2020

BERJUANG NAMUN DI ABAIKAN

Aku pernah berjuang sekeras tenaga

Namun diabaikan

Aku pernah mencintai sepenuh hati

Namun di hancurkan

Aku pernah mempercayai sepenuh jiwa

Namun dikecewakan

                        Kini biarlah aku mati

                        Bersama hati dan harapan yang pupus

                        Kini biarlah aku mati

                        Bersama air mata yang mulai tak lagi membasahi pipi

Kini biarlah ku sendiri disini

Bersama sepi yang selalu setia menemani

Kini biarlah ku sendiri disini

Mati di gerogoti busuknya harapan-harapan darimu

Dari kamu orang yang dahulu pernah memberiku asa

 

Bekasi, 14 Agustus 2020

Created by Naomi Marbun

Minggu, 30 Juni 2019

MOMENT BURUK

hai udah lama ya ga ngepost, gue mau nulis kisah gue nih hmm

waktu itu sangat singkat, singkat sekali, hal yang ga pernah gue inginkan terjadi juga. kejadiannya pada tanggal 21 Mei 2019 tepatnya jam 01.00 WIB. saat itu papah gue meninggal
ga ada tanda apa-apa, ga ada pesan apa-apa. beliau melakukan aktifitas seperti biasanya, tanggal 20 Mei 2019 paginya, gue masih salim tangan beliau saat gue pergi ke kampus buat bimbingan skripsi dan malamnya saat gue sampe dirumah beliau nanya "gimana nang (kl bahasa indonesianya nak, itu pakai bahasa Batak)? udah bisa bsk wisuda?" sambil bercanda beliau ke gue. "blm pah, tapi udah di acc dosen kok skripsiku" jawab gue. dy dengar gue ngomong gitu lgsg tersenyum. tanggal 20 Mei 2019 jam 23.00 WIB beliau masih nemenin gue ngerjain skripsi di ruang tengah, beliau masih mengomentari baju gue yg siangnya gue pke ke kampus. hingga jam 00.00 WIB gue selesai ngerjain skripsi, doi masuk kamar gue juga masuk kamar. yups, moment buruk itu terjadi, sekitar jam 00.30 WIB mama ke kamar kakak laki-lakikku, mama bilang "liat dulu itu bapak, kenapa" sambil setengah teriak, kakak laki-lakiku lgsg keluar kamar, gue dan adik gue jg ikutan keluar kamar dan saat itu gue juga gue ngeliat papah gue kayak orang kecekik, mata berair dan ga lama kemudian papah menghembuskan nafas terakhirnya :(, kita semua langsung  telepon kakak perempuan dan suaminya, kebetulan rumah mertuanya dekat dari rumah, dia langsung lari kerumah dan lgsg menggotong papah ke rumah sakit, tapi Tuhan berkata lain :( tepat tanggal 21 Mei 2019 jam 01.15 WIB (menurut jam RS) papah dinyatakan pergi untuk selama-lamanya. disitu kami lgsg nangis smua, kami lgsg menghubungi keluarga besar, yg rumah dekat dgn rumah kami, sampe keluarga yg ada di Medan.. kita teleponin semua, saudara-saudara mama & iparnya, serta saudara-saudar papah dan iparnya.
dan sampe skrg itu seperti mimpi untukku, mimpi yg buruk

aku rindu paaaahhh :(

Kamis, 17 Januari 2019

AKU

Aku...
Selalu menyukai senja, tdk tau sejak kapan
Aku..
Selalu menyukai bintang, tdk tau sejak kapan
Tapi...
Aku selalu tau sejak kapan aku mulai mencintaimu
Iya...
Sejak awal kita berkenalan
Bersamamu..
Denting jam tidak terasa berjalan begitu cepat
Bersamamu...
Sang matahari telah berubah menjadi sang rembulan
Bersamamu...
Semua terasa menjadi cepat berlalu namun selalu ingin ku lalui

Created by Naomi Marbun

Sabtu, 24 Maret 2018

KALA ANAK PEREMPUAN ITU SUDAH BERANJAK DEWASA

Hari berganti Hari
Malampun sudah mulai menutupi Bumi
Bintang-bintang telah menghiasi langit dengan sangat cantik
denting-denting jam pun ikut meramaikan bumi ini
bahwa mereka semua ingin mengatakan kalau anak perempuan yang selalu menunggu senja pulang kini  telah tumbuh menjadi dewasa
anak perempuan itu berubah menjadi gadis yang manis dan rupawan
namun satu hal yang tak pernah berubah dari anak perempuan itu adalah dia selalu menunggu senja pulang dibawah pohon itu
pohon yang sangat rindang dan sejuk dikarenakan sang angin selalu setia menemaninya

wahai bintang-bintang di langit
kalau boleh aku meminta
aku ingin meminta bahwa selalu hiasi anak perempuan itu dengan senyuman meskipun dia tak pernah lelah menunggu senjanya kembali
senja yang selalu dia yakini akan kembali dan menghampirinya

salam
untuk anak perempuan yang selalu menunggu senjanya kembali tanpa lelahnya menunggu

Created by Naomi Marbun 

Sabtu, 26 Agustus 2017

MENUNGGU SENJAKU KEMBALI

Untuk yg kesekian kalinya aku membenci senja
Dia yg menyuruhku utk tetap tinggal tp dia juga yg merubah segalanya jd gelap
Dia yg menyuruhku utk tetap tersenyum tp dia juga yg memberikan "hujan tangisan"

Dia yg mengajarkanku bahwa putih itu Indah tapi
Dia jg yg melupakan bahwa hitam itu ada

Dan untuk yg kesekian kalinya aku membenci senja
Dimana senja adalah alasan utamaku utk tersenyum
Dimana senja adalah alasan utamaku utk menunggu pelangi kehidupan
Kini,  senja itu telah hilang
Aku menunggumu kembali,  senjaku

Created by Naomi Marbun

Kamis, 10 Agustus 2017

TERUNTUKMU SENJAKU

Kepadamu senjaku..
Aku ingin berbagi kisahku padamu
Aku ingin bersandar padamu
Kepadamu senjaku..
Aku ingin meluapkan kesedihanku padamu
Aku ingin kau tau,  bahwa alasanku tersenyum adalahmu
Kepadamu senjaku
Kini,  hidupku telah menjd gelap tanpamu
Kini,  hidupku selalu dipenuhi "hujan" tangisan krnmu
Kepadamu senjaku
Kini,  aku membenci segalanya ttgmu
Kamu yg mampu mengajakku tertawa
Tetapi kamu jg yg mampu membuatku menangis

Created by Naomi Marbun

Jumat, 21 Juli 2017

RINDU

Rindu

Aku tak tahu kata itu menuju kemana
Yg aku tahu kata itu selalu tertuju padamu
Iya kamu
Seseorang yg pernah & akan selalu berarti dihidupku

Rindu

Kata itu selalu Setia menemaniku di saat sang rembulan telah datang menyapa

Rindu

Adakah kata selain itu untuk mewakili perasaanku saat ini padamu?
Akankah kamu mengetahui bahwa kata itu selalu Setia menemaniku saat pertama kali kamu pergi meninggalkanku?

Akankah hatimu tau jalan pulang menuju hatiku?
Atau kah hatimu telah menemukan tempat persinggahan yang telah membuatmu nyaman?

Aku tak tahu jawaban itu semua.. Namun yg pasti,  semua itu ku serahkan pada Sang Maha Tahu, yaitu Sang Pencipta yg telah menciptakan aku,  kamu,  cerita cintaku,  & juga cerita cintamu 😁

Salam
Dari perempuan di masa lalumu