Sabtu, 10 Januari 2015

SERBA SERBI #3

hi guys gue mw post sinopsis pendek cerita gue nih tp gue minta tolong bgt ya kritik dan sarannya
karena mw gue coba publish ke percetakan hehehehehe

ini bab pertama aja yg gue post heehehe

Ada seorang  gadis yang menurut orang dia terlihat “perfect”. Dia cantik,baik,pintar tapi rada galak, dia juga tomboy, tetapi dia selalu tampil rapih, ga pernah urak-urakan
“hai Na” sapa seorang cowok yang bernama Franklyn
“hai juga” jawab gue. Oh iya sebelumnya kenalin, nama gue Christina Elizabeth Laurentcia, gue memiliki banyak sahabat cowok, termasuk yang menyapa gue tadi. Mari kenalan dengan sahabat-sahabat gue. Yang  nyapa gue tadi bernama Franklyn, ia memiliki adik yang lahirnya hanya beda bulan. Dia bulan Februari, adiknya bulan Mei yang bernama Stefanus. Teman SDnya Stefanus bernama Ferdinan, Teman SMP  kakaknya bernama Rio, ada Kevin, ada Jo nama panjangnya Jonathan, ada Ias nama panjangnya Andreas, ada Rendi, dan ada Lukas dan kata orang genk kami sering disebut famous. katanya sih, mereka (sahabat-sahabat gue) banyak dikagumi sama anak-anak cewek disklh gue dan katanya juga gue banyak dikagumi sama anak-anak cowok disklh gue.
“jalan yok?” tawar Rio ke gue. “kemana?” tanya gue santai. “maunya kemana?” tanya Andreas. “ya gue sih terserah kalian-kalian” jawab gue masih dengan santai. “ah lo ngomong gitu karna ga punya duit kan?” tanya Jonathan, gue yang mendengar perkataan itu hanya bisa ber-hehe-ria.
“gimana kalo kita ke mall?” tawar Lukas kepada kita semua. “uang dari mana lo?” tanya Franklyn sedikit sewot.“kalo ke mall gue ga ikut deh” kata Franklyn
“selow man, kita patunganlah. Gimana setuju ga?” tawar Lukas. “kalo gue sih terserah nana” kata Andreas sambil mengedipkan mata kearah gue
“loh ko gue?” tanya gue bingung. Mereka semua hanya bisa ber-hehe-ria melihat ekspresi gue. “iyalah, kan lo queen digenk kita” jawab Andreas sambil menggoda gue. Gue yang digoda langsung mencibir
“apaan? queen?prreett” jawab gue sambil ber-haha-ria. Mereka yang mendengar itu langsung ikut tertawa. “gue sih terserah kalian” kata gue
“ yaudahlah sekali-kali kita ke mall, biasanya kan kita nongkrong dipinggiran” kata Stefan. “Nana sama gue aja” kata Franklyn. “gue” jawab Jonathan yang ga mau kalah, sedangkan suasana riuh karna pertengkaran mereka. Gue yang diperebutkan hanya bisa senyum-senyum melihat ulah sahabat-sahabat gue.
“kalo kayak gini kapan berangkatnya?” tanya gue kepada mereka. Mereka yang tadiannya perang mulut kini berebut menawarkan motor terhadap gue.
“senang deh bisa kenal dengan kalian. Smoga pertemanan kita sampe akhir ya, kalo perlu sampe maut yg memisahkan” kata gue ramah sambil tersenyum
“iya gue juga pengen seperti itu Na. smoga aja” kata Kevin. “oh iya gue mau nanya dong, kalian baik  sama gue ga ada maksud tertentu kan?” tanya gue pada sahabat-sahabat gue. “ya enggaklah Na” sahut mereka barengan. “kita tulus ko berteman sama lo”  kata Jo. “benar ya?” tanya gue ragu. “tapi kita ga boleh berantem apa pun masalahnya, sepele apa pun. Ok?” kata gue sambil tersenyum. “kita janji na” sahut mereka, lalu kita melanjutkan perjalanan kita
smoga aja ga hanya sekedar janji” batin gue sambil tersenyum. Ketika selesai berbincang-bincang kita langsung menuju tempat yang kita tuju.
Mall
“wah gila jalan-jalan ke mall bareng kalian tuh terasa beda banget” kata Andreas. “beda gmna mksd lo?” tanya Franklyn bingung. “ya beda aja gitu” kata Andreas. “gue setuju sama Andreas” kata Kevin. “iya apa lagi ada Nana” goda Rendi sambil melirik kearah gue. “gue lg gue lg” kata gue sambil menggerutu. Ketika gue menggerutu, mereka hanya tertawa bahagia. “ya jelas dong, lo paling cantik kok digenk kita” kata Rio. “ah bisa aja lo” kata gue sambil tersipu malu. “kata Rio benar na” kata Jo sambil membenarkan omongan Rio
“Na, bagus ga?” kata Stefanus sambil menunjukan sebuah gelang kearah gue. “bagus ko” jawab gue singkat sambil tersenyum. “kalo baju ini?” tanya Rendi ke gue sambil menunjukkan baju yg dipegangnya. “hmm” kata gue sambil bergeming. Setelah beberapa menit  baru gue lanjutin omongan gue. “motifnya gue ga suka” kata gue. “kalo ini na?” tanya Kevin kearah gue sambil menunjukkan sebuah kalung. “bagus banget, gue suka. Motif sama warnanya serasi banget” kata gue bahagia. “lo suka na?” tanya Kevin “banget” kata gue. “yaudah nih buat lo aja” kata Kevin sambil memberikan kalung yg td dia tanya ke gue. “buat gue?” kata gue heran. “iya” kata Kevin sambil tersenyum. “tp itu kan lo yg pilih, udah buat lo aja” kata gue sambil memberikan kembali kalung itu. “lo ga mau karna takut bayarnya ya?” goda Kevin. Ketika Kevin ngomong gitu, gue hanya cengengesan. “soal bayarnya lo ga usah khawatir” kata Kevin sambil tersenyum. “serius lo?” tanya gue ga percaya, Kevin hanya mengangguk. “makasih ya?” kata gue merasa ga enak hati. “tp seriusan nih buat gue?” tanya gue ragu sambil menggigit bibir. “serius” kata Kevin bahagia. “makasih Kevin” kata gue sambil memeluk Kevin -refleks-. “ehm” kata Rendi sambil berdehem. Ketika Rendi berdehem, gue melepaskan pelukan gue lalu gue dan Kevin tertawa. ketika gue dan Kevin tertawa bareng, Lukas cemburu “enak ya jd lo vin, bisa dapet pelukan gratis dari nana trus bisa bikin dia tertawa. Coba gue diposisi lo ya vin, pasti gue senang banget” batin Lukas. “knp lo Kas? Ngeliatin kita sinis bgt?” tanya Kevin. “ga pa-pa” jwb Lukas datar. “jgn bhg lo, blg aja lo cemburu kan?” kata gue sedikit ketus. “ga” jwb Lukas masih dgn suara yg datar. “bohong, ayo ngaku?” goda gue ke Lukas sambil mengelitikin badannya Lukas. “iih serius” kata Lukas ke gelian, ketika Lukas ingin bales gue udah kabur duluan sedangkan Lukas mengejar gue
“ehm, kalau mau pacaran nanti aja, ayo kita jalan-jalan lg” kata Jo yg lgsg disambut baik oleh kami. “habis ini kita kemana lg?” tanya gue ke sahabat-sahabat gue. “makan aja yok?” usul Andreas. “makan? Ga deh” jwb gue.“nonton aja” tawar Kevin.yg lain setuju kecuali gue. “ayo” jawab sahabat-sahabat gue serentak. “gue ga ikut ya? gue ga tertarik buat nonton” izin gue ke sahabat-sahabat gue. “ trus kl lo ga nonton, lo mau kemana?” tanya Rendi. “mau jalan-jalan aja, sekalian ngeliat barang-barang yg bagus” jawab gue simple. “lah gimana sih? Masa bikin acara sendiri, ga bisa gitu dong” kata Stefan sewot. “yaudah sih kl dia ga mau ikut sama kita ga usah dipaksa” kata Franklyn datar. “benar tuh kata Franklyn” kata gue sambil menyetujui perkataannya Franklyn. “yaudahlah terserah lo, pokoknya kl kita udh selesai, kita sms lo ya? lo jgn pulang duluan” kata Rendi. “siip bos” kata gue sambil cekikikan. Setelah itu kita mencar, ke 9 teman gue pd nonton sedangkan gue jalan-jalan sambil melihat-lihat barang-barang yg bagus. ketika gue jalan-jalan, gue ketemu cowok yg gayanya sok oke, emang sih badannya ideal tp itu bukan tipe gue bgt. Ketika gue lg asik liat-liat dompet, tiba-tiba tuh cowok nabrak gue, bukannya minta maaf malah lgsg pergi. “cowok ga tau diri” gerutu gue kesal
Basecamp
Diem-diem Nana menaruh hati ke Andreas, ga ada yg tau tentang itu termasuk orang yg bersangkutan, karna Nana bersikap biasa, ga ada tanda-tandanya, dia mampu menyembunyikannya tentang itu. Ketika Nana menaruh hati ke Andreas, sepertinya Andreas jg menaruh hati tp mereka merasa nyaman dgn status “friendzone” nya.
“Hai Ias” sapa gue ke Andreas yg sedang asik nonton tv, ketika ada yg menyapanya dia langsung menoleh dan tersenyum dan kembali melanjutkan nonton tvnya. “udah cma gtu doang?” batin gue bĂȘte. Ketika Andreas cma membalasnya bgtu, gue memilih untuk pergi. “cma gtu doang na? tumben” batin Andreas heran tp kepengen ngobrol lebih lma lg sama gue.
Keesokan Harinya
Balkon
Gue sendirian, bengong tanpa ada yg gue pikirin. Ketika gue lg asik berdiem diri di balkon tiba-tiba sahabat gue, yaitu Kevin, Stefan, dan Franklyn datang.
“woiii” kata sahabat-sahabat gue sambil teriak kearah gue. “berisik lo” kata gue sensi. “waelah, ngapa sih lo? Sensi bgt, udah kayak nenek-nenek yg sedang sakit gigi” kata Kevin jutek. “kepo bgt sih lo” jawab gue galak. “keviiinn” teriak Andreas dari dlm basecamp “jgn ganggu gebetan gue” kata Andreas yg tiba-tiba bikin hati gue loncat kegirangan tp ga gue tunjukin ke mereka-mereka. “apaan sih lo yas, sok asik” kata gue pura-pura galak. Ketika gue lg sensi, tiba-tiba Andreas menghampiri gue dan memberi kode ke 3 sahabat gue untuk ninggalin mereka berdua.
“lo marah karna gue cuekin?” tanya Andreas, gue ga memblsnya. “lo marah karna gue cma senyumin?” tanya Andreas sekali lg, tp masih ga gue bls. “eh gue ngomong sama lo keles, gue diginiin serasa ngomong sama tembok tau ” bentak Andreas. “gue lg pengen sendiri” jawab gue singkat. “yaelah gue ngomong dua kali, lo cma bls sekali? Singkat lg, ywdh gue ga bakal ganggu lo” jawab Andreas ketus lalu meninggalkan gue sendirian. “dasar cowok ga peka, lo pikir gue ga blh ngambek apa? Gue ngambek jg pengen di perhatiin keles” batin gue kesal
Basecamp
Ketika Andreas lg duduk sambil dengerin music, gue mencoba menghampirinya. “Ias marah sama gue?” tanya gue pelan, Andreas ga denger karna lg denger lagu pake headset. “Ias, Ias marah ya sama gue?” tanya gue sekali lg, karna kesel di cuekin, headset yg digunakan Andreas gue cabut. “apaan sih lo? Datang-datang main tarik aja” bentak Andreas. Ketika Andreas membentak gue, gue hanya diam tp raut wajah berubah, Andreas yg menyadari akan kesalahannya langsung minta maaf. “maaf  Na” kata Andreas merasa bersalah, gue diam lalu pergi. “ah tolol lo yas tolol, jd cowok kasar bgt, udh tau akhir-akhir ini nana lg sensi, malah lo bentak-bentak” hardik Andreas dlm hati. Ketika gue sedih, gue curhat ke Rendi- yg udh gue anggap seperti kakak gue sendiri-.
Balkon
Rendi ada di balkon lg main gitar, dia heran karna tiba-tiba gue datang ke dia sambil nangis. “Rendi” kata gue sambil menghampirinya lalu memeluknya, rendi yg gue peluk menatap gue heran. “knp Na?” tanya Rendi lembut. “Ias nakal, masa dia bentak-bentak gue” kata gue sambil manyun. “emang lo ngapain sampe dia ngebentak-bentak lo?” kata Rendi penuh perhatian. “cma karna gue tarik doang headsetnya, dia langsung marah” kata gue lg. “ya lo jg salah, knp lo tarik headsetnya? Itu namanya lo ga punya etika, emg knp lo tarik headsetnya? Emg lo ada penting sama dy?” kata Rendi masih penuh dgn perhatian.” Gue cma mau ngomong aja, tp dia ga denger” kata gue sedikit manja. “yaudah ga usah dipikirin, gue hibur deh pake lagu, mau ga?” tawar Rendi sambil tersenyum kearah gue, gue hanya mengangguk. Rendi emg tmn yg top bgt (bcanya pake spasi ya, hehehe) deh, disaat gue lg badmood, sedih,dll dia mampu bikin gue kembali ceria lg J. Ketika itu jg Andreas datang, hatinya hancur ngeliat orang yg udh dia buat nangis mampu dibuat tertawa oleh orang lain, dia menyesal udh mendatangkan air mata di pipi nana yg mampu di hapus oleh rendi
Keesokan Harinya
Meja Makan Basecamp
“Na, berangkat bareng ya?” tawar Andreas, gue hanya menatapnya datar. Andreas tdk berbicara tp dia memberi isyarat ke gue untuk memaafkannya tp tidak gue hiraukan. “Na, lo udh ga sensi kan? Bareng gue aja yok?” tawar Rio. “ga kok yo, boleh” jawab gue sambil tersenyum.
Sekolah
Lorong kelas
“gila, enak ya jd Christina, dikawal terus sama cowok-cowok kece. Pasti aman bgt tuh hidupnya Christina” kata salah satu siswi sekolah itu. “wajar x, dia kan jg cantik. Gue yakin tuh sahabat-sahabatnya ga hanya ke pengen jd sahabatnya tp pd berebut jd pacarnya” kata siswi yg satu lg. “tp kayaknya gue yakin tuh ‘pengawal’nya harus gigit jari, karna nana kan susah bgt jatuh cinta” kata siswi ketiga.
Ketika Nana cs lewat, mata siswi-siswi yg td ngeliatinnya sinis bgt. “knp ngeliatin kita begitu bgt?” tanya Lukas ke siswi-siswi itu. Ketika Lukas ngomong, siswi-siswi itu malah masih ngeliatin genk gue dgn tatapan yg ga biasa “woi” bentak gue ke gerombolan siswi-siswi itu, siswi-siswi itu kaget sambil gelagapan, “ngapain lo ngeliatin kita begitu? Terpesona lo?” kata gue jutek, gerombolan cewek itu jd pd ketakutan. “udh.. udh.. biarin, ayok ke kls” bisik Rendi ke telinga gue, ketika Rendi ngomong gitu, gue langsung ngelanjutin jalan gue. Ketika genk gue udh agak jauh dr gerombolan siswi itu, siswi itu langsung ngomongin genk gue dr belakang “liat deh nana, gayanya ga bgt. sok cantik” gerutu salah seorang siswi dari gerombolan siswi yg td “iya, sok bgt jd queen sih, iih” timpal siswi yg lain, tiba-tiba gue nyamperin mereka. “kl ngomongin orang liat situasi dong” kata gue ketus, bukannya pd takut atau pergi gerombolan siswi td malah natap gue sinis. “apa lo ngeliatin gue gtu? Ngajak ribut? Hah?” bentak gue, ketika gue di liat sedang marah-marah Andreas menghampiri gue. “udh yok? Ga penting ngeladenin mereka” ajak Andreas lembut ke gue, gue hanya menurutinya saja
Basecamp
“Na, lo harusnya td jgn kayak gitu, itu malah mancing mereka benci sama lo, apa lo mau punya musuh? Terus lo di terror” nasehat Rendi. “iya, kali ini gue setuju sama Rendi” timpal Dinan. “ya gimana ga emosi coba, mereka ngomongin gue pas ada guenya” gerutu gue. “Nana, Tuhan sengaja ngirim mereka untuk ngebully lo, DIA ingin mengetest lo, apakah lo mendoakan mereka atau malah membalasnya, tp ternyata lo malah membalasnya” Kata Kevin bijak, gue hanya terdiam. Andreas yg sedang asik nonton TV tiba-tiba ikutan nimbrung “kita tau lo tomboy, tp setomboy-tomboynya orang masih bisa kan mengendalikan emosi?” timpal Andreas. “oh jd ini smua salah gue? Coba lo semua berada di posisi gue, pasti bakal ngelakuin apa yg gue lakuin sekarang kan?” bentak gue lalu meninggalkan sahabat-sahabat gue
Balkon

Nana memilih menyendiri di balkon, dy ga ada yg mau ganggu, dy sedang melamun tp ga tau apa yg dilamunkan. Ketika dy sedang asik melamun, tiba-tiba Andreas datang. “hai” sapa Andreas ke gue, gue tdk menyahutinya. “marah ya sama aku?” tanya Andreas. “ga” jawab gue singkat dan ketus “trus?” kata Andreas heran. “gue lg ga mau di ganggu dulu, gue lg mau sendirian” kata gue datar. “aku temenin ya?” kata Andreas lembut. “ga” bentak gue. “dasar ga tau diri, di lembutin malah ngebentak, cewek aneh” caci Andreas. “aneh? Lo bilang gue aneh, cowok macam apa lo?” bentak gue lg. “ah terserah lo, gue nyesel sempet suka sama lo, awalnya minggu-minggu ini gue mau nembak lo, tp karna lo bawaannya tiap hari ngomel mulu, gue batal buat nembak lo” kata Andreas lalu pergi.ketika Andreas ngomong gitu, gue hanya bisa diam seribu bahasa alias cengo


please bgt ya guys kritik dan sarannya hehehe
thank you

Tidak ada komentar:

Posting Komentar